WELLCOME ;)

I hope you liked my post

Jumat, 20 September 2013

Sistem Direktori Linux dan Model Partisi


Linux adalah sistem operasi Unix Like dimana pengertian dari Unix Like adalah Linux merupakan sistem operasi yang bukan merupakan turunan dari sistem operasi Unix namun memiliki cara kerja dan sistem direktori menyerupai Unix. Linux dibuat oleh Linus Benedicts Torvald yang merupakan hasil utak atik beliau atas kernel Minix. Minix ini merupakan sistem UNIX kecil yang dikembangkan oleh Andrew S. Tanenbaum, seorang professor yang menggeluti penelitian masalah OS dari Vrije Universiteit, Belanda. Adapun Minix ini digunakan untuk keperluan pengajaran dan pendidikan. Unix sendiri adalah sebuah sistem operasi yang telah lama ada (bahkan sebelum kemunculan sistem operasi buatan Microsoft) dan saat ini kebanyakan berjalan pada komputer server dan komputer besar lainnya (selain komputer personal). Sistem Operasi Unix dibuat spesifik untuk jenis mesin tertentu, berbeda dengan Linux yang keberadaannya ditujukan untuk sistem arsitektur x86 yang banyak beradar di pasaran perbedaan mendasar linux dengan sistem operasi lainnya adalah sifatnya yang OpenSource.
Salah satu bentuk dari Unix yang ditiru oleh Linux adalah sistem direktori dimana sistem direktori ini berbeda dengan yang dianut oleh keluarga Windows seperti diagram dibawah ini.
Keterangan
/ : menunjukkan hirarki tertinggi dari sistem ditektori Linux dimana direktori ini membawahi dari direktori /usr, /home, /mnt dan direktori lainya seperti gambar diatas.
/bin : berisi program yang berisi perintah-perintah yang digunakan oleh user biasa seperti perintahls (menampilkan isi dari suatu direktori, cd (untuk berpindah direktori).
/sbin : berisi program yang berisi perintah-perintah yang digunakan oleh super user sepertiifconfig (menampilkan informasi tentang kartu jaringan / network device yang terpasang pada mesin).
/home : berisi data dari user yang terdaftar dalam komputer / mesin yang bersangkutan.
/usr : berisi paket program, dokumentasi, konfigurasi, aplikasi, library dan source aplikasi linux.
/opt : berisi aplikasi yang dapat diakses oleh semua user (hampir sama dengan /usr/sbin/.
/root : merupakan “home” nya superuser / root / administrator.
/tmp : singkatan dari temporer adalah direktori yang disediakan ketika dibutuhkan ruang sementara dalam melakukan pekerjaan, contoh  ketika melakukan proses burn cd maka image (file iso ) secara default dimasukkan ke direktori ini sebelum di burn ke cd.
/etc : secara umum merupakan direktori tempat file konfigurasi berbagai macam service dan program yang terinstall di dalam sistem.
/mnt : berisi informasi device yang terpasang (mount) di dalam komputer.
/var : Direktori ini berisi data yang bermacam-macam (vary). Perubahan data dalam sistem yang aktif sangatlah cepat. Data-data seperti ini ada dalam waktu yang singkat. Karena sifatnya yang selalu berubah tidak memungkinkan disimpan dalam direktori seperti “/etc”. Oleh karena itu, data-data seperti ini disimpan di direktori var.
/boot : berisi informasi yang berkaitan dengan device dan service yang dijalankan ketika komputer melakukan booting (proses komputer dari keadaan mati/off menjadi hidup/on)
Secara umum pada sistem operasi linux berisi direktori yang disebutkan di atas namun pada beberapa distro ditambahkan beberapa direktori spesifik seperti /srv pada keluarga Suse dimana direktori yang ditambahkan memiliki fungsi khusus yang kadangkala tidak terdapat pada distro lain.
Ketika melakukan installasi maka dibutuhkan setidaknya 2 partisi agar suatu komputer bisa diinstall OS Linux yaitu partisi root (dilambangkan dengan / – bedakan dengan /root) dan partisi swap. Partisi root ( / ) digunakan untuk menginstall sistem Linux, hampir sama denganC:Windows untuk sistem operasi Microsoft Windows. Partisi swap dialokasikan sebagai tambahan memori ketika Memory RAM tidak mencukupi ketika sistem me-load suatu program, contoh kasus : load program X membutuhkan memori sebesar 1500 MB sedangkan RAM yang terpasang adalah 1000 MB / 1 GB maka 500 MB memori sisa yang dibutuhkan diambilkan dari partisi swap yang sudah dibuat. Besar partisi swap yang dibutuhkan untuk memori RAM ? 1 GB adalah dua kali Memory RAM yang terpasang pada komputer, kecuali untuk memori RAM diatas 2 GB maka alokasi swap tidak harus 2 kali RAM bisa dipasang 1 GB atau terserah selera dari masing-masing user.

Rabu, 18 September 2013

langkah-langkah Konfigurasi Internet Gateway Mikrotik Dengan Modem Adsl


Persiapan alat;

1. RB751U
2. Modem ADSL (Terkoneksi sebagai router dan dial-up)
3. Kabel UTP
4. Notebook/PC (untuk remote dan uji koneksi)
Langkah-langkah membuat koneksi internet gateway menggunakan Mikrotik RB751U dan Modem ADSL:


  1. Koneksikan kabel UTP antara Notebook/PC anda ke mikrotik di port ethernet, lalu Buka winbox anda, kemudian scan perangkat anda. Jika ada, remote perangkat tersebut melalui MAC address dengan menggunakan login "admin" dan pass dikosongkan kemudian klik "Connect"
  2. Jika sudah masuk ke konfigurasi winbox, reset konfigurasi anda sebelumnya jika ada dengan menggunakan "New Terminal", kemudian di terminal ketik dengan "system reset-configuration" dan kemudian tekan tombol "y". Tunggu beberapa detik hingga winbox tereset lalu winbox akan terputus dengan sendirinya. Setelah itu login kembali menggunakan winbox  seperti cara nomor 1 di atas :v .
  3.  Jika anda sudah login kembali ada peringatan "RouterOS Default Configuration" dengan pilihan bermacam2. lalu kita pilih pilihan "Remove Configuration". Kemudian winbox terputus lalu silahkan anda login kembali.
  4.  Lalu kita buka Interface apakah konfigurasi default sudah dihapus apa belum. Jika sudah terhapus lalu koneksikan kabel UTP antara modem ke mikrotik di port ethernet1. Kita lihat kembali di Interface apakah di ethernet1 sudah reachable apa belum.
  5. Lalu tambahkan DHCP client mikrotik untuk request IP Address modemnya di Menu IP > DHCP Client. Rubah Interface ke port ethernet yang terkoneksi dengan modem kemudian klik ok. Pastikan ada IP Address yang tampil.
  6.  Buka Menu IP > Address Tambahkan IP address untuk ether2 dengan Address 192.168.2.1/24 dan ubah "interface" ke "ether1" kemudian klik ok dan Tambahkan IP address untuk wlan1 dengan Address 192.168.3.1/24 dan ubah "interface" ke "wlan1" kemudian klik ok.
  7.  Buka Menu IP > DNS lalu Tambahkan IP DNS di Address dengan 202.134.0.155 dan centang "Allow Remote Request" kemudian klik ok.
  8.  Buka  Menu IP > Firewall lalu Klik pada tab NAT dan klik tambah. Kemudian "Chain" isikan "srcnat" dan "Out. Interface" diisikan ether yang terhubung dengan modem. Kemudian Action kita ubah jadi "masquared" kemudian tekan ok.
  9.  Buka Menu IP > DHCP Server lalu Klik pada DHCP Setup, Ubah dan pilih Interface ke ether2 kemudian next. Pastikan IP Address sama dengan yang kita buat tadi.
  10.  Buka Menu Wireless lalu Kita aktifkan wlan1 di menu interface dan Untuk menambahkan password untuk wifi kita buka tab "Security Profile" dan klik tambah. Isikan nama profile sesuai keinginan dan isikan WPA dan WPA2 Pre-Shared Key dengan password yang kita inginkan. Jika sudah klik ok. setelah itu Kembali ke Tab Interface, klik 2x wlan1 kemudian di tab wireless. Ubah "Mode" menjadi "ap bridge" untuk menyebarkan wireless. Baru ubah SSID sesuai nama wireless yang kita inginkan. Kemudian pada bagian "Security Profile" kita ubah dengan profile yang kita buat tadi. Kemudian klik ok
  11.  Buka lagi Menu IP > DHCP Server lalu Klik pada DHCP Setup, Ubah dan pilih Interface ke wlan1 kemudian next. Pastikan IP Address sama dengan yang di buat tadi.
  12. Testing dari Notebook/PC anda ke mikrotik menggunakan kabel UTP lewat ether2 apakah mendapatkan IP. Jika tidak dapat IP, disable adapter LAN dan enablekan lagi.
  13. Test lagi melewati wireless yang kita buat tadi. Jika mau selamat anda telah berhasil

Jumat, 06 September 2013

teknologi wireless

Pengertian WirelessWireless merupakan jaringan tanpa kabel yang menggunakan udara sebagai media transmisinya untuk menghantarkan gelombang elektromagnetik. Perkembangan wireless sebenarnya telah dimulai sejak lama dan telah dibuktikan secara ilmiah oleh para ilmuan dengan penemuan radio dan kemudian dilanjutkan dengan penemuan radar. Kemudian dengan perkembangan kebutuhan informasi bagi manusia, maka penggunaan wireless semakin banyak dan tidak hanya untuk penggunaan radio dan radar saja.


a. IEEE 802.11aStandar 802.11a (disebut WiFi 5) memungkinkan bandwidth yang lebih tinggi (54 Mbps throughput maksimum, 30 Mbps dalam praktek). Standar 802.11a mengandung 8 saluran radio di pita frekuensi 5 GHz.
Standard IEEE 802.11a bekerja pada frekuensi 5GHz mengikuti standard dari UNII (Unlicensed National Information Infrastructure). Teknologi IEEE 802.11a tidak menggunakan teknologi spread-spectrum melainkan menggunakan standar frequency division multiplexing (FDM).
Tepatnya IEEE 802.11a menggunakan modulasi orthogonal frequency division multiplexing (OFDM). Regulasi FCC Amerika Serikat mengalokasikan frekuensi dengan lebar 300MHz di frekuensi 5GHz. Tepatnya 200MHz di frekuensi 5.150 - 5.350 Mhz. Dan sekitar 100MHz bandwidth pada frekuensi 5.725 - 5.825 Mhz.
Di Amerika Serikat, FCC mengatur agar kekuatan maksimum daya pancar yang boleh digunakan adalah:
• 100MHz band yang pertama hanya diperkenankan dipergunakan dengan daya maksimum 50mW.
• 100MHz band yang kedua diperkenankan dengan untuk kekuatan pemancar maksimum 250mW.
• 100MHz band yang teratas dirancang untuk backbone jarak jauh dengan kekuatan maksimum pemancar 1Watt.
Untuk mengantisipasi tingkat redaman yang tinggi pada frekuensi 5GHz tidak heran jika kita melihat maksimum power dari pemancar yang mencapai 1Watt.
Di Indonesia, terus terang kami lebih banyak menggunakan maksimum power di semua band karena memang kita lebih banyak menggunakan band ini untuk backbone jarak jauh untuk berbagai titik yang ada.
Ada delapan (8) kanal pada band 5150-5350 Mhz yang tidak saling mengganggu. Pengalaman mengoperasikan peralatan 5GHz, seluruhnya biasanya total sekitar 12-13 kanal yang tidak saling overlap yang bisa kita gunakan.
Kalau kita ingat baik-baik, maka pada frekuensi 2.4GHz biasanya hanya ada tiga (3) channel yang tidak saling overlap


b. IEEE 802.11bStandar 802.11b saat ini yang paling banyak digunakan satu. Menawarkan thoroughput maksimum dari 11 Mbps (6 Mbps dalam praktek) dan jangkauan hingga 300 meter di lingkungan terbuka. Ia menggunakan rentang frekuensi 2,4 GHz, dengan 3 saluran radio yang tersedia.

g. IEEE 802.11gStandar 802.11g menawarkan bandwidth yang tinggi (54 Mbps throughput maksimum, 30 Mbps dalam praktek) pada rentang frekuensi 2,4 GHz. Standar 802.11g mundur-kompatibel dengan standar 802.11b, yang berarti bahwa perangkat yang mendukung standar 802.11g juga dapat bekerja dengan 802.11b. Dalam evolusi WLAN adalah pengenalan IEEE 802.11g. Ini merupakan standar IEEE 802.11g akan secara dramatis dapat meningkatkan performa WLAN. IEEE 802.11g adalah sebuah standar jaringan nirkabel yang bekerja pada frekuensi 2,45 GHz dan menggunakan metode modulasi OFDM. 802.11g yang dipublikasikan pada bulan Juni 2003 mampu mencapai kecepatan hingga 54 Mb/s pada pita frekuensi 2,45 GHz, sama seperti halnya IEEE 802.11 biasa dan IEEE 802.11b. Standar ini menggunakan modulasi sinyal OFDM, sehingga lebih resistan terhadap interferensi dari gelombang lainnya. Sensitivitas Kecepetan Standar 802.11g

k. IEEE 802.11n IEEE 802.11n merupakan salah satu standarisasi yang sudah direvisi dari versi sebelumnya IEEE 802,11-2.007 sebagaimana telah dirubah dengan IEEE 802.11k-2008, IEEE 802.11r-2008, IEEE 802.11y-2008, dan IEEE 802.11w-2009, dan didasarkan pada standar IEEE 802.11 sebelumnya dengan menambahkan Multiple-Input Multiple-Output (MIMO) dan 40 MHz saluran ke layer fisik, dan frame agregasi ke MAC layer. 

FUNGSI ACCESS POINT
  Access Point dalam jaringan computer adalah sebuah jalur akses nirkabel (Wireless Access Point atau AP) adalah perangkat komunikasi nirkabel yang memungkinkan antar perangkat untuk terhubung ke jaringan nirkabel dengan menggunakan Wi-Fi, Bluetooth atau standar terkait. WAP biasanya yang terhubung ke jaringan kabel, dan dapat relay data antara perangkat nirkabel (seperti komputer atau printer) dan kabel pada perangkat jaringan.
Access Point berfungsi  sebagai Hub/Switch yang bertindak untuk menghubungkan jaringan lokal dengan jaringan wireless/nirkabel, di access point inilah koneksi data/internet dipancarkan atau dikirim melalui gelombang radio, ukuran kekuatan sinyal juga mempengaruhi area coverage yang akan dijangkau, semakin besar kekuatan sinyal (ukurannya dalam satuan dBm atau mW) semakin luas jangkauannya.

Selasa, 09 April 2013

perintah dasar linux server

Berikut beberapa Perintah Dasar Linux Ubuntu Server, diantaranya  :


  1. who         = Melihat user yang login dan pada terminal mana user login.
  2. whoami    = Melihat user yang aktif
  3. who am i  = Melihat user yang aktif pada terminal yang aktif
  4. uname -r  = Melihat kernel yang digunakan pada OS
  5. ls             = Melihat directory yang terdapat pada harddisk beserta file yang ada didalam harddisk
  6. mkdir      = Membuat folder / direktory
  7. touch       = Membuat file
  8. echo        = Membuat teks pada terminal
  9. cat           = Melihat hasil teks editor dari sebuah file
  10. tac           = Mengembalikan urutan dari teks sebuah file.
  11. rm           = Menghapus file
  12. rm -rf      = Menghapus Direktory beserta isinya
  13. rmdir       = Mengapus directory yang kosong
  14. sudo su    = User akan menggati root / super admin
  15. adduser    = Menambahkan user baru
  16. su             = Memasuki nama user, jika sebelumnya adalah root
  17. passwd     = Mengubah password dari user
  18. addgroup  [nama group] = membuat sebuah group
  19. addgroup [nama user] [nama group] = memasukan nama user ke dalam group
  20. deluser [nama user] = menghapus user dari sistem
  21. deluser --remove-home [nama user] = menghapus nama user beserta direktory itu
  22. delgroup [nama group] = menghapus group
  23. ifconfig = mengetahui kartu jaringan dan konfigurasi dari kartu jaringan di dalam komputer.
Itulah beberapa Perintah Dasar Linux Ubuntu Server.

kesan dan pendapat selama belajar server

asik coy

keuntungan menggunakan linux

Tapi dibandingkan seupil kekurangan Linux tersebut, tersimpang berbagai dan segudang kelebihan, berikut diantaranya :

OpenSource (Gratis)

Kelebihan yang paling mendasar dan mainstream adalah Linux itu GRATIS
Selain itu kita juga Insya Allah tidak berdosa loh kalo menggunakan Linux, dikarenakan Linux gratis dan kita tidak perlu melakukan pembajakan (crack)Selain itu karena bersifat OpenSource anda bisa mengkostumisasi sistem Linux seesuai dengan keinganan anda

Bebas dari Crash

 Di Linux anda tidak akan pernah menemukan crash seperti di Windows, atau menemukan layar biru dengan kode-kode yang bikin bulu ketek merinding, atau send report error yang bikin hati nggondok. Di Linux anda bisa menjalankan sistem bertahun-tahun tanpa restart, walaupun kadang beberapa aplikasi di Linux bermasalah namun anda bisa menutup program tersebut dan membukanya kembali tanpa maslah.

Bebas dari Virus

jangan harap anda akan update apa saja virus terbaru tahun ini apabila anda menggunakan Linux, atau jangan harap anda akan melakukan update antivirus yang akan menghabiskan kuota internet anda :D karena sejauh ini Linux bebas dari Virus. jadi bagi anda yang temenan ama virus sebaiknya ngga usah menggunakan Linux

keamanan

Linux jauh lebih aman dari Windows, karena di Linux keamanan diatur berdasarkan Superuser, dimana yang diizinkan memodifikasi sistem hanyalah account ROot.

Kompatibel dengan Hardware Lama

Linux dapat diinstall di hardware lama tanpa membebani sistem. Berbeda dengan Windows XP, yang mana kebutuhan hardwarenya sangat besar. Linux dapat menghidupkan kembali komputer-komputer lama, lalu menggunakannya sebagai server hingga workstasion. Sebagian besar komputer yang menggunakan Linux adalah server dan tidak tertutup kemungkinan untuk workstation. Linux sangat fleksibel dalam hal ini.

pengertian server

Server adalah sebuah sistem komputer yang menyediakan jenis layanan tertentu dalam sebuah jaringan komputer. Server didukung dengan prosesor yang bersifat scalable dan RAM yang besar, juga dilengkapi dengan sistem operasi khusus, yang disebut sebagai sistem operasi jaringan atau network operating system. Server juga menjalankan perangkat lunak administratif yang mengontrol akses terhadap jaringan dan sumber daya yang terdapat di dalamnya, seperti halnya berkas atau alat pencetak (printer), dan memberikan akses kepada workstation anggota jaringan. Umumnya, di atas sistem operasi server terdapat aplikasi-aplikasi yang menggunakan arsitektur klien/server.

Contoh dari aplikasi ini adalah DHCP Server, Mail Server, HTTP Server, FTP Server, DNS Server dan lain sebagainya. Setiap sistem operasi server umumnya membundel layanan-layanan tersebut atau layanan tersebut juga dapat diperoleh dari pihak ketiga. Setiap layanan tersebut akan merespons terhadap request dari klien. Sebagai contoh, klien DHCP akan memberikan request kepada server yang menjalankan server DHCP; ketika sebuah klien membutuhkan alamat IP, klien akan memberikan perintah/request kepada server, dengan bahasa yang dipahami oleh server DHCP, yakni protokol DHCP itu sendiri. Contoh sistem operasi server adalah Windows NT 3.51, dan dilanjutkan dengan Windows NT 4.0. Saat ini sistem yang cukup populer adalah Windows 2000 Server dan Windows Server 2003, kemudian Sun Solaris, Unix, dan GNU/Linux. Server biasanya terhubung dengan client dengan kabel UTP dan sebuah Network Card. Kartu jaringan ini biasanya berupa kartu PCI atau ISA. Fungsi server sangat banyak, misalnya untuk situs internet, ilmu pengetahuan, atau sekedar penyimpanan data. Namun yang paling umum adalah untuk mengkoneksikan komputer client ke Internet. Sedangkan klien-server atau client-server merupakan sebuah paradigma dalam teknologi informasi yang merujuk kepada cara untuk mendistribusikan aplikasi ke dalam dua pihak: pihak klien dan pihak server. Dalam model klien/server, sebuah aplikasi dibagi menjadi dua bagian yang terpisah, tapi masih merupakan sebuah kesatuan yakni komponen klien dan komponen server. Komponen klien juga sering disebut sebagai front-end, sementara komponen server disebut sebagai back-end. Komponen klien dari aplikasi tersebut dijalankan dalam sebuah workstation dan menerima masukan data dari pengguna.

Komponen klien tersebut akan menyiapkan data yang dimasukkan oleh pengguna dengan menggunakan teknologi pemrosesan tertentu dan mengirimkannya kepada komponen server yang dijalankan di atas mesin server, umumnya dalam bentuk request terhadap beberapa layanan yang dimiliki oleh server. Komponen server akan menerima request dari klien, dan langsung memprosesnya dan mengembalikan hasil pemrosesan tersebut kepada klien. Klien pun menerima informasi hasil pemrosesan data yang dilakukan server dan menampilkannya kepada pengguna, dengan menggunakan aplikasi yang berinteraksi dengan pengguna. Sebuah contoh dari aplikasi client/server sederhana adalah aplikasi web yang didesain dengan menggunakan Active Server Pages (ASP) atau PHP. Skrip PHP atau ASP akan dijalankan di dalam web server (Apache atau Internet Information Services), sementara skrip yang berjalan di pihak klien akan dijalankan oleh web browser pada komputer klien.

Klien-server merupakan penyelesaian masalah pada software yang menggunakan database sehingga setiap komputer tidak perlu diinstall database, dengan metode klien-server database dapat diinstal pada suatu komputer sebagai server dan aplikasinya diinstal pada client.